Training No-asi bagi Isa : First Day

ISA1Isa sebentar lagi berusia 2 tahun (nanti desember), bulan ini, aku mulai menyapih asi baginya. memang sulit dan agak berat, soalnya dia sangat tergantung pada asi, setiap kali aku pulang kerja, dan tiap sebelum  & bangun tidur, dia selalu minum minum asi. apa lagi dia tidak mau minum susu formula ataupun minum pake dot. sebenernya kasihan ya. tapi kata alquran kan sampai 2 tahun saja. apalgi beberapa hari ini puting susuku agak bengkak karena sempat beberapa kali kegigit sama isa.

hari ini adalah hari pertama training “no-asi” untuk Isa. training ini diawali dari siang kemarin, dia aku ajak ke supermarket untuk beli dot. dia aku beri pengertia bahwa  “mimik”-nya ibu sedang sakit, dan karena itu dia harus minum dari gelas dan dot.

Alhamdulillah, untuk anak seusia dia,kemampuan bicara dan berpikirnya sudah lebih maju dari anak-anak lainnnya, anakku bisa paham dan memberi jawaban ” iya, mimik pake dot,kaya adik bayi, nanti ayah beliin ibu obat,nanti sembuh,nanti isa mimik ibu lagi”.

dan hasilnya, dia minta mimik pake dot, tapi isinya dia minta diisi air putih. dan sampai malam sebelum tidur pun dia sudah tidak minta nenen lagi ke ibunya.

saat mau tidur, dia biasanya nenen dulu, tapi tadi malam dia hanya minta digendong, sambil di ayun-ayun sampai teridur.. yang jadi masalah, pada saat dia terbangun tengah malam, setengah tidur dia bilang mau mimik ibu, sampai nangis-nangis & teriak-teriak..(mungkin karena di bawah sadar kali ya, masih kriyip-kriyip gitu)..ya udah aku ngalah, akhirnya dia nenen lagi pas tengah malam itu..

dan pagi tadi, saat dia bangun, langsung dia ambil dot disebelahnya, dan wow…dia tidak minta nenen lagi ke ibunya. Alhamdulillahnya lagi, sebelum aku berangkat kerja, aku buatkan dia ssu formula pake dot, pnuh..eh langsung mau tuh…di habiskannya, padahal sebelumnya dia tidak pernah mau minum susu formula…

mudah-mudahan training ini berjalan lancar ya..dan dia tidak sampai mengalami shock yang berarti. amin…

Permainan Untuk Anak Batita

Dunia anak usia batita memang dunia bermain. Pilihlah sarana bermain yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak batita. Tari Sandjojo, Psi., dari Cikal Jakarta memaparkan aneka jenis sarana bermain yang bisa sesuai bagi anak batita. Tentu saja lengkap dengan manfaatnya bagi berbagai aspek perkembangan anak.
Pilihlah sarana bermain yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak batita. Perhatikan pula aspek-aspek kebersihan dan keamanannya. Baca lebih lanjut

Anak Hiperaktif akibat kurang tidur

KOMPAS.com – Tidur siang pada anak-anak ternyata tak cuma bermanfaat terhadap kebugaran saja. Penelitian menunjukkan anak yang jarang tidur siang cenderung bermasalah dalam menjalankan fungsi psikososialnya.

Hal itu merupakan kesimpulan dari peneliti yang dipresentasikan dalam SLEEP 2009, pertemuan tahunan dari Associated Professional Sleep Societies yang berlangsung di Seattle, AS, pekan lalu. Baca lebih lanjut

Bisakah si kecil bertatakrama

Usia 1-2 tahun
Jangan berharap banyak
Mereka memang nyaris belum bisa berjalan, berbicara, atau mengingat segala sesuatu yang terjadi lebih dari sehari yang lalu, tapi batita cilik Anda bisa mulai belajar dasar-dasar kesopanan. Hanya saja, jangan berharap mereka akan sepenuhnya mengerti, atau mempraktikkan apa yang Anda ajarkan.
Jadikan kesopanan sebagai bagian dari percakapan. Memikirkan perasaan orang lain adalah akar dari sopan santun, jadi doronglah anak Anda untuk melakukan hal ini. Jelaskan bahwa ketika ia membantu tetangganya mencari kunci yang hilang di taman bermain, si tetangga merasa senang, begitu juga kita. Bicara tentang peduli terhadap orang lain pada anak-anak bisa membantu mereka menyerap nilai kebaikan meski mereka tak sepenuhnya memahami. Baca lebih lanjut

Mendidik Anak Mengerti Keuangan

Disadari atau tidak uang mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan. Pendidikan, motivasi dan dukungan terhadap anak untuk dapat menjadi penabung dan investor yang baik akan mempengaruhi untuk dapat menabung dan menghemat uang yang diterimanya. Kebiasaan ini akan mempengaruhi sikap anak di masa depannya. Dalam tulisannya di famili education Paul Richard menyebutkan setidaknya ada 15 cara yang bisa dipakai oleh orangtua dalam mengajarkan masalah finansial kepada anak. Namun disini sedikit banyak sudah saya modifikasi dengan pendapat saya sesuai dengan pengelolaan keuangan secara Islami yang tidak mengenal riba.

1. Kenalkan anak terhadap uang sejak dini, misalnya mulai usia 3 atau 4 tahun.Jelaskan dengan informasi yang dapat diterima dan sesuai logika anak, paling tidak mengajarkan anak mengetahui nilai uang di usia ini.

2. Observasi dan pengulangan adalah hal yang baik bagi anak untuk belajar. Komunikasikan kepada anak, sesuai usia pertumbuhannya tentang nilai uang, bagaimana menyimpannya, bagaimana membelanjakan dan bagaimana uang bisa bertumbuh.

3. Bantu anak belajar perbedaan antara kebutuhan dan keingingan. Pelajaran ini akan mendidik anak menjadi seorang yang pandai mengatur pengeluaran di masa mendatang. Ini bisa diajarkan pada anak yang telah mengerti keuangan. Misalnya mulai usia kelas 4 atau 5 SD.

4. Menentukan tujuan merupakan fundamental untuk mempelajari keuangan.
Jarang seseorang yang menentukan menetapkan dan menulis tujuan. Nggak perlu jauh-jauh, saat membelikan mainan buat anak, pasti jarang orang tua yang membuat tujuan pembelian mainan tersebut. Penentuan tujuan ini sebenarnya akan mendidik anak bertanggung jawab.

5. Kenalkan anak nilai pengeluaran uang dan menabung.Jelaskan kepada anak bagaimana konsep menabung dan keuntungannya. Misalnya menabung dapat memenuhi keinginan anak dengan uang sendiri tanpa harus meminta kepada orang tua. Pengenalan ini tentunya menggunakan bahasa anak-anak yang mudah dimengerti sesuai usia mereka.

6. Saat memberikan anak uang, ajarkan mereka untuk menabung sebagian. Misalnya saat kita memberi 10.000 ajarkan anak menabung terlebih dahulu sebanyak rp. 2000 sebelum anak membelanjakan uang tersebut. Kegiatan ini akan menjadi kebiasaan positif yang bisa dilakukan anak hingga dewasa kelak.

7. Perkenalkan anak dengan bank Syariah dan ajak untuk membuka rekening. Berikan pengertian kepada anak bahwa menabung secara teratur akan menjadi kebiasaan yang baik, yang mengantarkan kepada kesuksesan di masa depan

8. Ajarkan anak membuat catatan keuangan, berapa yang dibelanjakan, di tabung dan bahkan diinvestasikan jika anak sudah mengenal investasi. Usia SMA anak bisa mulai diajarkan tentang investasi supaya bisa jadi lahan untuk belajar sejak dini.

9. Gunakan acara berbelanja bersama anak sebagai ajang bagi anak untuk belajar mengerti dan memahami nilai uang. Jangan ragu mendidik anak Anda dengan cara mengajaknya saat Anda pergi berbelanja ke toko grosir atau pusat perbelanjaan. Dengan membandingkan beberapa harga di toko grosir dan tempat perbelanjaan biasa Anda bisa mengajarkan kepada anak bahwa belanja di toko grosir dapat sedikit lebih berhemat dibanding toko biasa.

10. Ajak anak untuk cermat dalam mengeluarkan uang.  Kaya atau miskin mereka pasti akan mengeluarkan uang dalam kehidupan sehari hari. Ajarkan anak mengetahui mana yang seharusnya dipilih untuk dibeli dan mana yang tidak. Atur berdasarkan secara skala prioritas. Mungkin anak-anak belum mengerti skala prioritas tapi Anda harus mengajarkan sesuai dengan usia anak. Misalnya membeli buku bacaan dengan tabungan lebih baik dibanding membeli mainan yang sudah dimilikinya.

11. Tunjukkan anak bagaimana menilai iklan produk yang ada di radio, tv atau media lainnya. Ajarkan bahwa ngga semua produk yang masuk iklan itu semuanya bagus, sehingga anak-anak belajar memilih, tidak sekedar membelanjakan uangnya mengikuti iklan tv atau radio

12. Ingatkan putra putri kita jika mereka mulai punya kebiasaan kurang baik, seperti meminjam uang kepada temannya.
Anak-anak SMP dan SMA bisa jadi punya kebiasaan yang kurang baik..yaitu meminjam uang teman untuk membeli sesuatu yang sebenarnya kurang penting karena uang pribadi anak kurang cukup. Jika hal ini terjadi orangtua perlu extra mengawasi dan mengingatkan, karena jika berlanjut bisa menjadi kebiasaan buruk bagi anak hingga dewasa.

13. Beri penjelasan saat mengajak anak ke ATM atau berbelanja dengan kartu kredit atau kartu debet. ATM bisa jadi menjadi mesin uang bagi imajinasi anak-anak usia masih kecil, misalnya TK atau SD. Mereka bisa saja berasumsi bahwa jika uang habis bisa aja langsung ngambil di mesin uang. Anak-anak  tidak akan pernah tahu kalau harus menabung dulu atau account harus ada uangnya jika kita mau ambil dari ATM atau Debet langsung. Oleh karena itu orang tua sebaiknya menjelaskan kepada anak bagaimana mesin ATM bekerja.

14. Hati-hati memberikan kartu kredit pada anak. Trend akhir-akhir ini adalah banyak orang tua memberikan account kartu kredit tambahan buat anak. Agar anak lebih gampang saat membeli sesuatu. Nah…ini perlu dicermati juga…barangkali tujuannya baik, namun tanpa bekal pendidikan keuangan yang baik bisa saja kartu kredit ini akan menjadi masalah. Misalnya anak akan menggunakannya untuk berbelanja semaunya bukan untuk hal yang penting, akibatnya bisa jadi di awal bulan tagihan membengkak dan menjadi masalah bagi orang tua.

Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak. Sebagai orangtua Bunda harus punya waktu buat anak sesibuk apapun kegiatan Bunda, karena anak butuh kedekatan dengan Bunda, ajaklah anak berdiskusi berbagai masalah termasuk tentang permasalahan keuangan sehingga ada kedekatan antara anak dan Bunda. Semua informasi tentang anak sangat penting bagi Bunda untuk dapat menjalin kebersamaan mengarungi hari-hari. Dan yang penting dalam masalah keuangan, anak akan tumbuh rasa tanggung jawab dan percaya diri atas dukungan dan motivasi dari Bunda.
(Sumber: untukbunda.wordpress.com)