Akur Berbagi Tugas

Suami selalu meletakkan pakaian kotor sembarangan, tak peduli CD dan DVDnya berserakan dan enggan menolong ketika pembantu pulang kampung. Istri malas cuci piring, setrikaan menggunung tak terjamah? Duh betapa kesalnya!

Hubungan suami istri memang tak sekedar soal cinta, perhatian dan komunikasi yang lancar. Tapi juga kemauan berbagi tanggung jawab tugas-tugas rumah tangga. Memang bukan urusan sederhana.
Baca lebih lanjut

mundur sejenak

“Untuk melompat lebih jauh, kita perlu mundur beberapa langkah dahulu..”

Kalimat ini pernah kita dengar ketika kita mengikuti pelajaran Olah Raga di bangku sekolah. Ternyata kita juga bisa menggunakan teroi ini dalam kehidupan kita. ada kalanya seorang manusia merasakan lelah, tidak fokus, bingung, marah dan lain-lain. dalam keadaan negatif seperti itu, apapun yang kita lakukan tidak akan memberikan hasil yang maksimal. MASALAH APABILA DISELESAIKAN DENGAN EMOSI, MAKA EMOSI PULA HASIL YANG DIDAPATKAN. Baca lebih lanjut

Belajar Menerima Kekalahan Ala JK

Sejak Pilres oleh MPR ditahun 1999 Mega selalu kandas tetapi selalu tidak puas akan kekalahan. Tahun 2004 juga dikalahkan oleh SBY dan tidak menerima kekalahan, katanya bukan kalah tetapi hanya kekurangan suara. Peristiwa Pahit terulang lagi di Pilpres Putaran I vs SBY juga Kandas. Pasti Megawati tidak menerima kekalahan dengan berbagai alasan. Menuding pihak lawan melakukan kecurangan-lah, mengungkit2 persoalan DPT-lah and anything else. Apa sih yang dicari Mega ??  Janganlah terbawa emosi hanya ingin membalas dendam kepas Soeharto atau SBY ahirnya Mega menanggung malu dimata lawan politik.

Seharusnya seorang pemimpin harus lah pandai membawa suasana hatinya, tidak mudah terpancing emosi, ibarat kata dalam suatu pertandingan pasti ada yang menang dan yang kalah. Yang menang tidaklah lantas menjadi jumawa atau congkak, yang kalah juga harus menerima kekalahan nya dengan gaya sportifitas. Baca lebih lanjut

Cegah KDRT

Cici Paramida diberitakan mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri pada hari Minggu, 14 Juni 09 yang lalu di kawasan Puncak, Bogor. Artis penyanyi dangdut yang baru sekitar tiga bulanan menikah dengan Suhaibi Hamzawi di Mekah ini mengalami luka pada pelipis, pipi kanan dan memar pada tangan kanan, ketika berusaha menghentikan laju kendaraan yang ditumpangi oleh suaminya di jalan raya Puncak menuju Jakarta. Baca lebih lanjut

14 Cara Redakan Stress

Dalam kehidupan modern setiap hari sarat dengan segala tuntutan dan permasalahan, ditambah berbagai beban hidup, membuat stress sepertinya jadi sesuatu yang tak terelakkan. Tekanan demi tekanan semacam itu jika dibiarkan akan sangat mengganggu secara psikologis. Namun, ada banyak cara untuk meredakan stress, simak 14 tips yang kami sampaikan berikut ini.

  1. Ambil Jeda. Saat Anda menyadari mulai merasakan tekanan, hentikan apapun yang tengah Anda kerjakan dan katakan dalam hati pada diri Anda sendiri ‘tenang.’
  2. Atur Tarikan Nafas. Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan, konsentrasikan pada gerakan diafragma Anda. Lakukan ini dua atau tiga kali hingga Anda mulai merasa terkendali.
  3. Redakan Ketegangan. Jika Anda sedang duduk, berdirilah dan lakukan perenggangan yang lembut seleber yang Anda mampu. Gerakan tangan dan lengan Anda bergantian, lalu angkat bahu dan buat tubuh Anda merasa rileks.
  4. Berteriak Dan Menjerit. Pergilah ke sebuah tempat yang pribadi dan menjerit atau berteriak sekeras yang Anda bisa. Ini dapat juga dipakai untuk terapi pereda stress. Beberapa orang menemukan memukul bantal sekeras mungkin dapat membantu.
  5. Bergeraklah. Lakukan jalan cepat, meski itu hanya jalan-jalan di seputar ruangan atau kamar mandi, hal ini berguna untuk membantu melancarkan aliran darah. Bergerak secara teratur ini dapat membantu membakar efek negatif dari hormon stress.
  6. Berpikirlah Positif. Pilih sesuatu yang layak, sebuah pemikiran pribadi yang positif – seperti misalnya ‘Akumerasakan tekanan positif, bukan stress yang negative’ – dan ulangi secara teratur padadiri Anda sendiri.
  7. Santap Makanan Sehat. Jalani diet makanan sehat dan jangan tergoda untuk makan berlebih. Santap makanan kecil yang sehat, seperti buah kering, biscuit gandung untuk membantu memperbaiki kadar gula Anda.
  8. Dengarkan Musik. Mendengarkan irama musik yang lembut dapat membantu Anda lebih tenang. Suara alam seperti rekaman debur ombak, kicau burung, atau suara air yang mengalir sangat ideal.
  9. Pertegas Diri Anda. Belajarlah untuk bersikap lebih tegas. Berkata ‘Tidak’ untuk permintaan yang tak masuk akal akan membantu Anda mengurangi tekanan.
  10. Terorganisir. Mulai atur kehidupandan waktu Anda secara efektif. Buat Prioritas sehingga Anda dapatmengatasi tekanan dalam satu waktu.
  11. Beri Pujian Pada Orang Lain. Buat sebuah poin dengan memberi pujian secara tulus pada orang lain di sekitar Anda. Jika Anda mampu membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri memberi efek positif pada Anda juga.
  12. Tertawa. Tonton komedi, tertawalah bersama teman Anda, atau kunjungi website yang khusus menyediakan lelucon – tertawa merupakan penawar luar biasa bagi stress.
  13. Temukan Ketenangan Dari Dalam. Visualisasi atau meditasi dapat membantu Anda menemukan sebuah ketenangan dari dalam pada saat di sekeliling Anda dipenuhi tekanan dan kegaduhan.
  14. Konsumsi Vitamin dan Suplemen. Anda mungkin butuh grup vitamin B, dan antioksidan semacam vitamin C dan E pada saat-saat penuh tekanan. Suplemen probiotik dapat juga membantu Anda mengatasi stress.

CERIAKAN PENAMPILAN WAJAH

Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki itu mengadu,

“Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya  masih bermunajat. Istri saya belum bangun, saya sudah mengaji.”

Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?” Sang Guru menjawab sederhana,

“Perbaiki penampilanmu dan rubahlah roman mukamu. Kau tahu, Rasulullah adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya.”

Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya Wajahnya senantiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh. Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah. Memang Tuhan telah menakdirkan manusia sebagai makhluk yang paling indah. Bentuknya begitu sempurna, sehingga dipandang dari sudut manapun manusia kelihatan cantik dan serasi. Untuk itu hendaknya kurnia ini jangan dinodai dengan penampilan yang buruk, karena sebagaimana kata Rasulullah,

“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.”

Namun demikian tidak berarti Islam mengajarkan kemewahan. Islam justeru menganjurkan kesederhanaan. Baik dalam berpakaian, merias tubuh maupun dalam sikap hidup sehari-hari. Nabi sendiri jubahnya seringkali sudah luntur warnanya tapi senantiasa bersih.

Umar bin Khattab walaupun jawatannya kalifah, pakaiannya sangat sederhana dan bertambal-tambal. Tetapi keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah, wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Roman mukanya berseri. Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum. Bahkan Rasulullah menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya. Demikian pula seorang suami atau seorang isteri. Alangkah celakanya rumah tangga jika suami istri selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan  yang diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan. Dalam hati yang tenang, pikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun persoalannya niscaya dapat diatasi. Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Anda ingin beramal soleh…?

Tolong kirimkan kepada rekan muslim lainnya yang anda kenal.