Akur Berbagi Tugas

Suami selalu meletakkan pakaian kotor sembarangan, tak peduli CD dan DVDnya berserakan dan enggan menolong ketika pembantu pulang kampung. Istri malas cuci piring, setrikaan menggunung tak terjamah? Duh betapa kesalnya!

Hubungan suami istri memang tak sekedar soal cinta, perhatian dan komunikasi yang lancar. Tapi juga kemauan berbagi tanggung jawab tugas-tugas rumah tangga. Memang bukan urusan sederhana.

Bisa serius

Sebut saja Diandra (27) dan Doni (29) selalu ribut. Piring makan pun bisa memicu keributan. Jangankan mencuci sendiri piring makanannya, meletakkan benda bulat itu di bak cuci piring pun Doni tak pernah melakukannya. Diandra merasa Doni tak menghargainya dengan membiarkan ia membereskan sendiri rumah mereka. Sementara Doni yang sejak lajang terbiasa dilayani, tak merasa harus melakukan tugas-tugas rumah.

Bisa jadi Doni menganut pola pembagian tugas tradisional. Yakni suami mencari nafkah, istri mengurus rumah tangga dan anak. Meski kenyataanya ia dan Diandra sama-sama bekerja. Sedangkan bagi Diandra, kondisi keluarga masa kini tak memungkinkan mengadopsi pola itu. Konflik pun gambang berkobar

Hadapi perbedaan

Menikah adalah proses belajar terus menerus, terang Dra. Yudiana Ratna Sari, M.Si psikolog klinis dan dosen di Universitas Indonesia. Ia menekankan, bahwa pasangan harus bersedia terus belajar tentang pasangannya. Bila ingin perkawinan sukses, kedua pihak sebaiknya mau membuka diri untuk belajar hal baru. Bila mengalami benturan seperti dialami pasangan Diandra-Doni, lakukan hal-hal ini untuk mengatasinya:

  • Mulai dengan kesadaran sama: suami dan istri sama pentingnya dalam pernikahan. Maka suami istri perlu berbagi tanggung jawab agar kehidupan lebih nyaman bagi kedua pihak dan mengurangi stres yang mungkin muncul
  • Komunikasikan dengan terbuka harapan masing-masing pihak
  • Diskusikan pembagian tugas. Berikan tugas yang diminati pasangan. Semisal, istri gemar memasak tapi tak suka bersih-bersih. Dan ternyata suami lebih suka kerapian, maka suami bertanggung jawab pada kebersihan rumah.
  • Tak perlu berhitung soal siapa lebih banyak tugas. Rumah tangga adalah milik berdua. Jadi Anda perlu ringan tangan membantu pasangan ketika ia tampak kewalahan dengan tugas-tugasnya
  • Jika suami Anda tipe Doni, berlapang dada jika ia bersedia membantu merapikan rumah tapi ternyata hasilnya tak sesuai dengan harapan Anda. Hargai niat tulusnya dan tak perlu mengkritik hasil karyanya
  • Atur sebuah ruang atau pojok khusus untuk pasangan yang punya kegemaran khusus seperti senang mengumpulkan pernak-pernik atau suka merakit mainan, agar berantakan hanya terjadi pada sisi tersebut. Bagian lain dalam rumah tetap rapi.

sumber : http://ayahbunda.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s