Cegah KDRT

Cici Paramida diberitakan mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri pada hari Minggu, 14 Juni 09 yang lalu di kawasan Puncak, Bogor. Artis penyanyi dangdut yang baru sekitar tiga bulanan menikah dengan Suhaibi Hamzawi di Mekah ini mengalami luka pada pelipis, pipi kanan dan memar pada tangan kanan, ketika berusaha menghentikan laju kendaraan yang ditumpangi oleh suaminya di jalan raya Puncak menuju Jakarta.

Peristiwa yang tragis dan memprihatinkan ini hanya menambah panjang daftar kasus KDRT yang terjadi di kalangan artis dan pesohor (celebrities) di negeri ini. Tragis, karena walaupun sudah berikrar janji setia sehidup semati didepan Rumah Allah, tampaknya keduanya tidak mampu membina rumah tangga yang sakinah ma waddah wa rahmah seperti yang pastinya mereka idam-idamkan semula. Cukup mengagetkan juga karena begitu pendeknya waktu antara ikrar pernikahan dengan terjadinya peristiwa kekisruhan rumah tangga ini.

Memprihatinkan, karena peristiwa ini terjadi pada saat kasus KDRT yang dialami oleh model cantik Manohara Odelia Pinot versus Tengku Fachry dari kerajaan Kelantan, Malaysia, belum menampakkan tanda-tanda akan segera berakhir. Saling somasi dan tuntut menuntut sepertinya masih akan berlanjut, entah sampai kapan …

Kasus KDRT pada kaum Hawa, memang banyak terjadi karena alasan materi. Pada era yang semakin praktis materialistis, dimana orang berlomba-lomba mengejar materi (cinta materi), tanpa mempertimbangkan dasar pembentukan keluarga yang semestinya pada suatu pernikahan, kerap menjadi pemicu KDRT yang berakhir dengan perceraian.

Sebaliknya, walaupun korban pada kebanyakan kasus KDRT adalah kaum Hawa, namun perlu kita sadari bahwa KDRT juga bisa terjadi pada kaum Adam. Barangkali hanya karena persepsi publik pada umumnya bahwa kaum Hawa itu lemah, maka lebih banyak kasus KDRT yang menimpa kaum Hawa yang ter-ekspose di mana-mana. Padahal kaum Adam pun bisa menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh kaum Hawa karena satu dan lain hal. Hanya saja, karena secara kasat mata fisik laki-laki pada umumnya tampak lebih kuat dari perempuan, maka kita jarang mendengar kasus kaum Adam dianiaya oleh kaum Hawa.

Namun, KDRT bisa saja terjadi dalam bentuk lain, seperti penghinaan, pelecehan, kata-kata kasar, perlakukan yang tidak manusiawi dsbnya. Kasus-kasus perceraian di kalangan artis yang terjadi khususnya karena perbedaan penghasilan antara sang suami yang (jauh) lebih rendah daripada sang isteri, boleh jadi merupakan KDRT (terselubung) pada kaum Adam.

Apapun bentuknya, kedua belah pihak patut mengambil pelajaran dari kasus-kasus KDRT ini. Tujuan pernikahan adalah untuk membina keluarga bahagia yang langgeng sampai kakek nenek. Bahwa untuk terbinanya satu keluarga yang harmonis dan bahagia, yang saling menghormati satu sama lain, yang sakinah ma waddah wa rahmah, diperlukan satu dasar kebersamaan berupa kasih sayang yang tulus, saling percaya dan kesediaan berkorban diantara kedua belah pihak.

Lalu perlu waktu dan proses panjang untuk menguji dan memelihara dasar tersebut, menuju kepada terwujudnya apa yang disebut sebagai cinta sejati (true love). Inilah agaknya yang bisa mencegah terjadinya KDRT. Ikrar pernikahan yang tidak didasari oleh cinta sejati, apalagi yang hanya dilandasi oleh materi, biasanya tidak bisa bertahan lama mengatasi ujian sehidu

======
copas from sammy99.blogdetik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s