Kembali ke Alam Untuk Hidup Sehat

Metode dan teknik pengobatan modern kini maju pesat dan semakin canggih.
Namun seiring dengan itu, ekosistem, gaya hidup dan pola makan manusia mengalami pergeseran nilai. Perubahan ini memunculkan berbagai masalah kesehatan yang kadang sulit ditanggulangi oleh pengobatan modern karena berbagai alasan, misal karena pertimbangan efek samping.


KONDISI mutakhir menyangkut pengobatan modern tersebut bahkan sudah diramal sekitar setengah abad lalu oleh Soeprono, herbalis Indonesia yang semasa hidupnya aktif memberi pelayanan di Semarang. “Obat baru ditemukan, namun disusul penyakit baru pula!” tandasnya.Seperti dalam bukunya, Soeprono melihat bahwa orang lebih suka menggunakan obat-obat sintetis ketimbang obat-obat dari tumbuh-tumbuhan. Soeprono kemudian mengembangkan alternatif untuk menjawab ‘kebuntuan’ yang terjadi dalam ilmu pengobatan modern, yakni dengan naturopati. Naturopati kini bahkan menjadi kecenderungan yang mengglobal. Sedang naik daun. Banyak bangsa menyerukan back to nature.

Dalam buku yang disusun Soeprono pada tahun 50-an, terdapat lebih 300 jenis racikan jamu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Buku itu bahkan menjadi rujukan banyak penulis dan herbalis untuk menyusun buku-buku berkaitan dengan pengobatan tradisional.
Pada prinsipnya, naturopati adalah terapi alternatif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengembalikan sistem tubuh yang rusak dan tidak berfungsi. Dan untuk menangkal timbulnya penyakit karena kerusakan sistem tubuh ini, digunakan ekstraksi bahan-bahan alami atau fitofarmaka.

Banyak bahan alami asli tanaman obat Indonesia memiliki keunggulan untuk mengembalikan sistem tubuh yang rusak atau rewel. Sirih (Piper betle Linn) sudah lama menjadi andalan nenek moyang untuk menjaga kebugaran tubuh.Atau jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle), juga merupakan bahan kampiun untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan dan penyakit. Bahkan berguna untuk menghambat proses penuaan. Bio-flavonoid yang terdapat dalam jeruk nipis merupakan persenyawaan zat-zat yang dapat memberi efek kesehatan kepada tubuh dan dapat memperpanjang usia, karena dapat mengatur susunan kimia tubuh. Hal ini disebabkan jeruk nipis kaya akan vitamin C, vitamin B dan niacin, serta mengandung fosfor, zat besi dan kalsium.

Secara praktis, jeruk nipis plus sedikit air dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan pada otot tangan, kaki dan bagian-bagian tubuh lainnya dengan cara menggosokkannya. Dapat pula dengan cara merendam bagian yang pegal dalam dalam perasan buah jeruk nipis ditambah air hangat dalam ember kecil.
Kegunaan lain dari jeruk nipis adalah untuk menurunkan panas badan pada anak. Caranya, tambahkan air perasan jeruk nipis dengan selembar daun sirih, lalu tambahkan air hangat untuk mengompres anak.
Jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai bahan antimabuk perjalanan. Caranya, sebelum atau selama perjalanan, minumlah air perasan jeruk nipis. Meminum air jeruk nipis ditambah dengan gula batu dapat dijadikan peluruh air seni.DI Jawa, jeruk nipis sering digunakan untuk mengecilkan dan mengeringkan peranakan sehabis melahirkan. Cara menggunakannya, campur air perasan jeruk nipis dengan kapur sirih, jadikan parem untuk membalur perut. Lakukan secara teratur cara ini selama 40 hari makan peranakan akan menjadi sehat.
Minuman kesehatan untuk perawatan para ibu sehabis melahirkan juga sering menggunakan temu-temuan. Untuk membersihkan darah selama masa nifas, misalnya, dapat digunakan temuireng (Curcuma aeruginusa sebesar telur ayam ditambah selembar daun pepaya muda kemudian ditumbuk hingga halus, tambahlah sedikit air panas lalu disaring. Hasilnya diminum sekaligus. Lakukan cara ini tiga kali dalam seminggu selama menyusui.


Rimpang temuireng dapat diambil minyak atsirinya. Rimpang ini tergolong salah satu bahan fitofarmaka multikhasiat karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan menjaga kebugaran tubuh. Antara lain dapat digunakan untuk menyembuhkan cacingan, epilepsi, malaria, penyakit kulit, menambah nafsu makan dan memperlancar ASI.
Temuireng atau temuhitam juga mengandung kurkumin, damar, lemak dan pati. Meski namanya temuireng, rimpang famili Zingiberaceae ini tidak benar-benar berwarna hitam, melainkan berwarna biru agak gelap. Bahkan bila dibelah, maka akan terlihat lingkaran dalamnya berwarna kuning. Lebih jauh dengan fitofarmaka yang banyak digunakan dalam naturopati.

Tetapi banyak masyarakat yang terjebak oleh manfaat dari tanaman obat, mereka hanya mengandalkan empiric/cerita dari mulut ke mulut yang kebanyakan dari pengalaman pemakaian saja, hal ini bisa berbahaya karena semua tanaman obat jika tidak sesuai dengan dosis malah bisa mencelakakan kita sendiri. Contohnya: sering kita dengar bahwa dosis tanaman hanya dihitung dengan lembar atau genggam jarang sekali menggunakan takaran bobot, jadi sangat sulit untuk menentukan ukuran yang tepat.

Dan….sekarang yang perlu kita waspadai juga tentang obat tradisional yang ada dipasaran. Belum lama ini BPOM telah memberikan info banyak obat tradisional yang dijual ditambahi bahan kimia. Jamu ini mempunyai ciri khas yaitu bisa langsung berefek ketubuh kita, misal jamu pegal linu, jika setelah diminum dalam hitungan menit atau malah detik rasa pegal langsung hilang bisa dipastikan jamu ini mengandung bahan kimia berbahaya.

Obat tradisional tidak bisa menyembuhkan secara cepat, karena cara kerjanya sedikit demi sedikit, makanya setiap produk olahan tanaman obat oleh pemerintah diberi label jamu (bukan obat) serta dalam kemasannya dicantumkan kalimat “ berdasarkan empirik dapat digunakan untuk…….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s