Linunya Chikungunya

 

Kartono ketika bangun tidur tiba-tiba badanya terasa linu dan bahkan tidak bisa digerakkan, padahal tadinya ia sehat dan tidak ada tanda-tanda mempunyai gejala penyakit. Usut punya usut katanya ia kena chikungunya.

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili yang berdasarkan gejala pada penderita, berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat.

 

Penyakit ini berasal dari daratan Afrika, dan mulai ditemukan di Indonesia sejak tahun 1973. Demam Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda,kemudian berjangkit di Kuala Tangkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta dan selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Tahun 2001, kejadian luar biasa (KLB) demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatra Selatan dan Aceh. Disusul bulan oktober di Bogor. Setahun kemudian demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah).

 

Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegepty, sama dengan DHF/demam berdarah tetapi demam Chikungunya tidak sampai mengakibatkan penderita mengalami kelumpuhan permanen atau akibat yang lebih fatal. Demam Chikungunya ini disebabkan oleh sejenis virus dan masuk di golongan alphavirus. Alphavirus adalah golongan Togaviridae yang menimbulkan masalah persendian pada manusia.

 

Gejal-gejala Demam Chikungunya

 

Serupa dengan infeksi virus dengue hanya ada sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu antara lain timbul nyeri sendi/linu di persendian lutut,tangan dan kaki serta pergelangan kaki dan tangan (Poli Arthritis) secara mendadak, penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula dengan demam lima hari.

Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan, mata merah disertai gejala flu, sering dijumpai anak kejang demam. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok.

Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta pembesaran kelenjar getah bening.

Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah.

 

Benarkah Penyakit ini Berbahaya?

 

Masih banyak anggapan di kalangan masyarakat, bahwa demam Chikungunya atau flu tulang atau demam tulang sebagai penyakit yang berbahaya, sehingga membuat panik. Tidak jarang pula orang meyakini dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen.

Memang, sewaktu virus ini berkembang biak di dalam darah, penderita merasa nyeri pada tulang-tulangya terutama di seputar persendian sehingga tidak berani menggerakkan anggota tubuh. Namun bukan berarti terjadi kelumpuhan permanen.

Jadi, jangan panik apabila terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit ini, sebab penyakit ini bukanlah penyakit yang berbahaya. Ngilu pada persendian itupun hanya menyebabkan kelumpuhan sementara.

 

Namun jika pasien terlihat lemah dan kemungkinan dehidrasi karena muntah, bawa segera ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Dokter hanya bisa memberi penghilang rasa sakit dan demam serta vitamin untuk daya tahan tubuh. Bagi penderita sangat dianjurkan makan makanan bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin.

Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Pengobatan ini ditujukan agar keseimbangan elektrolit dapat dipertahankan. Setelah lewat lima hari, demam berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderita akan sembuh seperti sedia kala. Tak ada vaksin atau obat khusus untuk chikungunya, karena virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya.

Yang penting pasien harus cukup istirahat, minum, dan makan makanan yang bergizi.

 

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit ini?

 

Mengingat penyebar penyakit adalah nyamuk Aedes Aegepty maka cara terbaik untuk memutuskan mata rantai siklusnya adalah memberantas nyamuk tersebut dengan cara yang sama seperti pemberantasan penyakit DHF/DB, yakni dengan cara 3M, Menguras, Menutup dan Mengubur tempat-tempat yang bisa digenangi air. Mengurangi baju-baju yang digantung. Membuka pintu dan jendela setiap hari agar udara segar dan matahari bisa masuk, sehingga terjadi  pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut.

 

Yang terpenting dari itu semua adalah bagaimana kita menerapkan pola hidup sehat di lingkungan terkecil dan di sekeliling kita mulai saat ini.

6 thoughts on “Linunya Chikungunya

  1. apakah benar penyakit chikungunya ini tdk menyebabkan kelumpuhan…..?
    tolong berikan resep dan obat untuk mengtasi penyakit tsb….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s