Flu Burung

FLU BURUNG

(avian influenza)

 

 

            Flu burung/avian influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas. Suspect/tanda-tanda seseorang terkena flu burung/avian influenza adalah penderita ispa/infeksi saluran pernafasan dengan gejala demam (lebih dari 38 derajat celcius), batuk,dan atau sakit tenggorokan dan atau beringus, disertai salah satu keadaan:

  1. Seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang terjangkit KLB flu burung.
  2. Kontakdengan kasus konfirmasi flu burung dalammasa penularan
  3. Bekerja pada suatu laboratorium yang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung

 

Kasus suspect disertai salah satu keadaan:

  1. Bukti laboratorium yang mengarah pada virus influenza A sub type H5N1
  2. Dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonia/gagal pernapasan/meninggal
  3. Terbukti tidak terdapat penyebab lain

 

Virus Influenza

v     Tipe A,B dan C, tipe A terdiri dari subtipe H1N1, H3N2, H5N1 dan lain-lain

v     Mudah mati jika terkena sinar matahari

v     Mudah mati jika dimasak dengan matang

v     Bertahan di air sampai 4 hari pada suhu 20C & lebih 30 hari pada 00C

v     Virus mati pada pemanasan 60 derajat celcius selama 30 menit

 

Penyebab dan Penyebarannya

v      Paling virulen adalah virus influenza A H5N1

v      Masa inkubasi 1 – 3 hari

v      Belum ada bukti menular dari manusia ke manusia

v      Belum terbukti penularan karena mengkonsumsi hasil peternakan

v      Kontak langsung antara manusia dengan ayam yang sakit

 

Sumber Penularan

v      Ayam yang sakit, melalui leleran tubuh (sekret) mata, hidung, mulut dan kotoran

v      Unggas lain (itik, burung puyuh, burung liar)

v      Alat lain (kendaraan, peralatan peternakan)

v      Kemungkinan dari hewn lain seperti babi

 

Gejala-gejala

v      Timbul 4-5 jam setelah virus tersebut masuk saluran pernfasan

v      Demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, beringus, lemas

v      Dalam waktu singkat menjadi lebih berat

v      Komplikasi : radang paru paru (pneumonia)

 

Pengobatan

v      Oksigenisasi

v      Rehidrasi (infus)

v      Oseltamilir single dose selama 7 hari

v      Amantadine/rimanatadine (awal infeksi)

v      Pencegahan orang berisiko : oseltamivir atau beri vaksin pada orang beresiko

 

Upaya pencegahan

v      Memakai pelindung

v      Tinja ditanam/dibakar

v      Alat-alat yang digunakan dalampeternakan harus dicuci dengan desinfektan

v      Kandang & tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan

v      Menghindari kontak langsung dengan hewan yang sakit

v      Membersihkan diri setelah melakukan kontak langsung

v      Mengkonsumsi daging yang dimasak pada suhu 80 derajat celcius selama 1 menit, telur dipanaskan pada suhu 64 derajat celcius selama 5 menit

v      Menghindari daging yang dibakar/panggang

v      Melaksanakan kebersihan lingkungan

v      Meningkatkan kekebalan tubuh dengan menjaga stamina

v      Istirahat cukup & nutrisi memadai

 

Kesimpulannya

v      Berusaha dan berupaya hidup sehat

v      Menjaga kesehatan diri dan lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s