Cerdas dengan Bermain

Main sama ayah“Menjadi orang tua di masa kini, tidaklah mudah. Orang tua perlu belajar terus menerus cara mengasuh dan membesarkan putra-putrinya agar kelak mereka menjadi orang dewasa yang mampu bergaul, bersaing dengan sehat, menganut nilai moral yang tinggi dan bahagia dengan kehidupannya” kata dra.Mayke S Tedjasaputra,M.Si (seorang Psikolog & Playtherapist)

Lebih jauh beliau menerangkan,di usia Sekolah Dasar, anak sudah menguasai keterampilan motorik halus, juga ketrampilanmotorik kasar. Jadi, kegiatan bermain anak-anak usia ini memiliki ciri khas bermain sosial, menggunakan aturan, memperluas pergaulan dengan teman sebaya dan melakukan aktivitas dengan teman-temannya. Namun peran orang tua tetap diperlukan untuk terlibat dalam permainan anak. Ketika orang tua ikut serta bermain, lakukan hal ini:

  1. Pengamat,amati apa yang dilakukan anak sehingga dapat mengikuti proses yang berlangsung. Berikan dukungan dengan mengacungkan jempol, mengangguk tanda setuju, menyatakan rasa sukanya, kalu perlu, ikut bermain.
  2. Manajer, orangtua ikut mempersiapkan peralatan bermain, sampai pada tempat bermain dan memperkaya ide anak. Misalnya ketika ia bermain peran sebagai penjual minuman, orang tua dapat menawarkan ide untuk berjualan penganan lainnya. Biarkan ia memutuskan mau atau tidak menerima ide tersebut.
  3. Teman bermain, orang tua ikut bermain dan kedudukannya sejajar dengan anak. Biarkan anak yang lebih dominan, orang tua mengikuti usulan anak.
  4. Pemimpin (play leader), orang tua berperan menjadi teman bermain, sekaligus memberikan pengayaan dengan memperkenalkan cara serta tema baru pada anak agar ia lebih bersemangat untuk bermain.

Sikap luwes, peka akan kebutuhan anak, memberikan tanggapan terhadap kebutuhan serta memberikan dukungan, sangat berharga untuk memotivasi anak. Selain itu makin kecil usia anak, orang tua dapat menjadi alat permainan untuk anak.

Tapi hindari hal berikut:

  1. Pemaksaan oleh orang tua sebab akan mengubah iklim bermain menjadi bekerja
  2. Mengeritik atau mencemooh. Wajar kalau sesekali anak melakukan kesalahan.
  3. Mengatur apa yang harus dilakukan oleh anak sehingga menghilangkan kesempatan anak untuk berkreasi, berimajinasi dan berani mencoba hal-hal baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s